KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Out Bond Di Bumper Widiya Dharma PT. Asam Jawa

Posted by Kotapinang pada April 14, 2012

Bumper Widiya Dharma

Sejumlah anak sedang menikmati deburan air arena water boom di Bumper Widiya Dharma, di Desa Pengarungan, Kec. Torgamba, Kab. Labuhanbatu Selatan (Labusel). Lokasi wisata ini kini jadi pilihan berlibur masyarakat Labusel. Deni Syafrizal Daulay/Waspada.

Out Bond Di Bumper Widiya Dharma PT. Asam Jawa

Oleh: Deni Syafrizal Daulay
BUMI Perkemahan (Bumper) Widiya Dharma berhasil meraih predikat Daerah Tujuan Wisata Favorit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) pada agenda wisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) sejak 2010 lalu. Tempat ini juga menjadi satu-satunya objek wisata di Labusel yang menawarkan fasilitas out-bond.
Bumper Widiya Dharma atau yang akrab disebut Bumper tepatnya berada di areal perkebunan kelapa sawit PT. Asam Jawa, di Desa Pengarungan, Kec. Torgamba, kira-kira 18 kilometer dari Kotapinang dan 7 kilometer dari persimpang Jalan Besar Sumberjo. Sejak dibukanya Bumper oleh pihak manajemen PT. Asam Jawa kepada masyarakat luas sebagai objek wisata pada 2010 lalu, warga Labusel kini tak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Sibolangit atau Simalem Resort untuk beraktivitas outbound. Bumper memiliki fasilitas outbound yang lengkap. Mulai dari aneka rintangan outbound hingga flying fox.
Fasilitas outbound pun tersedia dalam rentangan usia untuk anak-anak, remaja, dan dewasa sehingga siapa pun bisa mengikuti keseruan outbound. Permainan outbound disusun agar tidak hanya merangsang psikomotorik (fisik), tetapi juga aspek afeksi dan kemampuan berpikir. Tentu saja tetap dengan suasana yang ceria dan menyenangkan. Setiap permainan akan didampingi oleh instruktur yang ahli.
Bumper memiliki banyak fasilitas rekreasi selain out-bond. Ada fasilitas olahraga, open stage, arena permainan untuk anak-anak, hingga camping ground. Permainan seru lainnya yang bisa dicoba adalah lintas terowongan, merayap di bawah kawat, jaring laba-laba, kemah. Di sini juga tersedia fitnes center, Flying Fox, Rafling, water park, water boom, lokasi pemancingan, dan kolam renang dewasa. Untuk orang dewasa harus mencoba naik perahu dan mendayung sendiri untuk mengelilingi danau buatan milik Bumper. Ingin berkeliling kebun, Anda dapat menumpangi odong-odong bersama keluarga. Bagi yang hobi bernyanyi juga dapat menyumbangkan suara emasnya lewat hiburan organ tunggal yang disediakan panitia. Pada momen tertentu, pengelola juga mendatangkan artis ibukota untuk tampil di open stage.
Cukup itu saja? Belum, di tempat ini pengunjung dapat menikmati teduhnya pepohonan Sengon, Jabon, Waru, Cherry, Sena, dan Roda yang menyebar di sekeliling area wisata. Bagi peminat buah, Bumper juga memiliki areal konservasi tanaman buah seperti, jambu merah, durian, mangga, kaliandra, jeruk, sawo. Jika masih kurang, Anda juga dapat melengkapi wisata akhir pekan di Bumper dengan mengunjungi percontohan peternakan sapi, kebun sayur, dan keramba budi daya ikan air tawar. Nantinya lokasi wisata Bumper akan semakin lengkap dengan adanya arena futsal yang kini dalam tahap pembangunan.
Arman, 35 dan Juraida, 28, pengunjung yang ditemui di tempat itu mengatakan, eksistensi Bumper merupakan semacam simbolisasi kekontrasan terhadap nuansa Kabupaten Labusel secara umum. ”Saat ini jarang ada tempat wisata di tengah kota yang menawarkan keasrian dan kerindangan alam seperti ini,” kata Arman.
Menurut dia, pemerintah seharusnya memberikan perhatian terhadap obyek wisata alam seperti Bumper. Lokasi itu harus dibangun dan dipertahankan sebagai ikon wisata alam Kabupaten Labusel. Wisata ini didambakan sebagian warga yang sudah jenuh dengan kebisingan.
Salah seorang Managemen Pengelola Bumper Nono Sugiono mengatakan, konsep yang diangkat adalah rekreasi sederhana dengan permainan merakyat, tetapi lengkap, terjangkau, dan menyenangkan. Menurut pria yang juga menjabat Sekretaris General Manajer PT. Asam Jawa ini, hingga sekarang Bumper merupakan satu-satunya tempat wisata yang memiliki tingkat keasrian lingkungan paling baik di Labusel. Tak heran Bumper juga selalu padat pengunjung pada libur hari besar keagamaan dan akhir pekan.
Dijelaskan, awalnya Bumper merupakan lokasi pembibitan kelapa sawit yang terletak di sebelah timur perkebunan PT. Asam Jawa. Lokasi ini disulap sedemikian rupa menjadi lokasi wisata untuk karyawan dan keluarga karyawan kebun berupa kolam pancing atas pertimbangan mahalnya biaya rekreasi karyawan yang dilakukan setiap tahun. “Setiap tahun kita ada program wisata karyawan ke Brastagi, Danau Toba, Pantai Cermin, ini biaya tinggi, risiko tinggi justru berpengaruh pada produktifitas. Lalu digagas lokasi ini agar nggak jauh lagi,” kata Nono yang siang itu didampingi pengelola lainnya yakni Benny Irwansyah Pangaribuan yang juga Pembina Pramuka Gudep 009/010 Yayasan Pendidikan Widya Dharma.
Karena karyawan cukup antusias imbuh Nono, lokasi ini kemudian dikembangkan menjadi area pelatihan karyawan dan kesamaptaan di sisi lain lokasi ini juga digunakan sebagai lokasi perkemahan dan pembinaan Kepramukaan Gudep 009/010 Yayasan Pendidikan Widiya Dharma. “Sebelum ada Bumper Kepramukaan kita sudah aktif sejak 1985, tapi tidak ada kegiatan. Makanya kita masukkan juga di sini,” katanya.
Tempat ini kian santer, banyak warga kemudian yang datang untuk berekreasi. Pada 2008 majamen perusahaan yang diprakarsai Ir Ahmad Adrianto selaku General Manajer PT. Asam Jawa sekaligus Kamabigus Gudep 009/010 Yayasan Widya Dharma mulai membenahi Bumper. Pada 1 Januari 2010 dibuka lokasi ini secara resmi dibuka sebagai objek wisata dan lokasi bumi perkemahan pada HUT Pramuka 2010 lalu. Pengelolaan Bumper pun kemudian diserahkan kepada remaja kreatif alumni Widiya Dharma yang juga anak karyawan perkebunan dan aktif di Kepramukaan.
Di tangan remaja kreatif inilah kemudian Bumper saat ini menjadi pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan Pramuka di Labusel, pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan karyawan bidang perkebunan, pusat kegiatan ekskul Paud, TK, SD, SMP, SMA Widiya Dharma, dan area wisata karyawan dan umum. “Lokasi ini kita benahi karena adanya pengembangan kegiatan Kepramukaan, karena pimpinan pencinta Pramuka. Maka mulailah lokasi ini dibuka,” kata Benny menimpali.
Menurut Benny, karena umumnya pengelola lokasi wisata adalah karyawan kebun, saat ini Bumper hanya beroperasi pada hari Minggu dan hari libur lainnya. Hingga kini antusias warga rekreasi ke tempat ini cukup tinggi. Puncak keramaian pengunjung Bumper biasanya pada saat lebaran idul fitri dan tahun baru.
Meski demikian kata Nono, saat ini terjadi penurunan jumlah pengunjung. Dulunya rata-rata pengunjung 300-600 setiap kali dibuka. Namun enam bulan terakhir kata lanjut Nono, rata-rata pengunjung yang datang hanya 100 orang. Dia memperkirakan, penurunan ini disebabkan jarak, kondisi cuaca, kebosanan, dan kondisi infrastruktur yang kurang mendukung.
Minimnya pengunjung yang datang membuat manajemen cukup kesulitan. Menurut Nono, ppersaional yang dikeluarkan setiap minggu rata-rata Rp2 juta untuk membayar honor petugas sebanyak 30 orang dan biaya lainnya. Sementara bagi pengunjung umum perorangan, untuk dapat memasuki lokasi wisata hanya dikenakan biaya Rp5000 per orang dan Rp25 ribu per orang pada saat even khusus. Namun untuk pengunjung berkelompok atau koroporet dikenakan biaya Rp25 ribu per orang minimal 20 orang. “Ini sudah termasuk menginap satu malam tanpa konsumsi dan bebas menikmati fasilitas yang ada,” katanya.
Untuk merangsang minat warga bertamasya ke tempat ini, ke depan pihak pengelola ingin melengkapi fasilitas yang ada dan lebih profesional. Sementara untuk promosi, mereka masih memanfaatkan komunikasi dari mulut ke mulut atau publikasi melalui Radio dan melalui kegiatan Kepramukaan. “Selama ini sistim pelayanan yang kita lakukan dilatih secara autodidak,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris di Yayasan Pendidikan Widiya Dharma Sekretaris itu menutup pembicaraan. (*)

Dikutip dari Harian Waspada (Dengan Gubahan Seperlunya)

2 Tanggapan to “Out Bond Di Bumper Widiya Dharma PT. Asam Jawa”

  1. M Nazrin Hasibuan said

    Sebuah tujuan wisata buatan, harus senantiasa terus berbenah; jika terabaikan konsekuensi logisnya adalah menimbulkan kejenuhan yang dapat berujung pada jumlah pengunjung yang akan terus menurun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: