KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Pandayangan Potensi Wisata Labusel

Posted by Kotapinang pada Maret 2, 2012

Wisata Alam Sampuran

Wisata Alam Sampuran

Pandayangan Potensi Wisata Labusel

Oleh: Deni Syafrizal Daulay
BERKUNJUNG ke Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) belum lengkap rasanya kalau belum menikmati indahnya wisata mandi di wisata alam Pandayangan Indah (Sampuran). Objek wisata sungai ini jadi salah satu ikon wisata di Labusel.
Minggu (5/2) sore lalu, Saya berkunjung ke lokasi wisata tersebut. Pandayangan Indah merupakan arena wisata keluarga berbasis air terjun di sungai Sampuran. Tak kurang dari tujuh air terjun yang mengalir di sepanjang lebih kurang 200 meter bagian sungai tersebut.
Pandayangan Indah terletak lebih kurang 25 kilometer di Barat Daya Labusel. Mengunjungi tempat ini dapat ditempuh selama 54 menit dari Kotapinang menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya. Sayangnya, kawasan wisata yang terletak di Dusun Pandayangan, Desa Ulu Mahuam, Kec. Silangkitang ini tidak didukung fasilitas infrastruktur memadai, sehingga perjalanan terasa melelahkan.
Meski demikian, objek wisata ini tetap diminati wisatawan domestik. Umumnya, wisatawan domestik yang berkunjung didominasi oleh anak-anak sekolah, remaja, dan keluarga. Mereka datang untuk menikmati keindahan kawasan wisata ini.
Letihnya perjalanan menuju objek wisata alam Pandayangan Indah seakan terbayar begitu menginjakkan kaki di tempat ini. Hamparan sungai memanjakan mata untuk menikmati segarnya suasana alam yang terhampar dengan hingarnya suara air terjun yang mengaliri bebatuan. Berkunjung ke Sampuran dapat ditempuh melalui dua jalur. Pertama, masuk melalui Desa Sigambal, Kec. Bilah Hulu, Kab. Labuhanbatu, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Rantauprapat. Jalur lainnya yakni melalui perkebunan Normark. Pelataran parkir cukup luas bagi sepeda motor dan kendaraan roda empat pribadi.
Di lokasi ini, Anda dapat menikmati atraksi wisata mandi. Sambil membuang lelah selama perjalanan, Anda juga dapat menikmati airnya yang jernih. Atraksi ini umumnya digemari oleh kalangan anak-anak.
Selain wisata mandi, pengunjung yang ingin sekadar duduk menikmati keindahan sungai dapat mencoba memancing di sejumlah kolam buatan yang ada di lokasi wisata ini atau pilih melempar kail dari tepi sungai. Sambil duduk di atas batu, Anda bisa mencoba peruntungan mendapatkan ikan atau sekadar bercanda tawa dengan teman atau keluarga. Di sini juga, pengunjung dapat menikmati beragam makanan yang serasa spesial, selain nikmat di lidah dan murah. Namun sayangnya kawasan ini belum mulai berbenah dan ditata lebih rapi. Padahal jika dikelola dengan baik, lokasi wisata ini cukup potensial menjadi objek wisata alam andalan bagi Kabupaten Labusel. “Sangat menyenangkan bisa menikmati nuansa alami sambil mandi-mandi. Air terjunnya sejuk. Bisa bermain air dan foto-foto. Tapi saying lokasinya kurang terawatt jadi kurang menarik,” kata salah seorang pengunjung, Suwarni, 28, warga Kotapinang yang ditemui Waspada di tempat tersebut.
Salah seorang panitia lokasi wisata, Hasan Yakub mengatakan, lokasi wisata itu sudah mulai dikelola masyarakat sejak tahun 1987. Awalnya objek wisata ini dikenal dengan nama Sampuran. Nama itu merupakan sebutan untuk air terjun. “Di sinikan terdapat air terjun, istilah Batak menyebutnya Sampuran,” katanya.
Dia menyebutkan, lokasi wisata ini selalu dipadati pengunjung pada saat musim liburan khususnya pada perayaan idul fitri, tahun baru, dan 17 Agustus. Namun khusus menjelang Ramadan, lokasi wisata ini dipergunakan sebagai tempat marpangir. “Biasanya kalau Ramadan warga datang bawa kembang dan air pangir dan dimandikan di sini,” katanya.
Untuk menikmati keindahan alam Sampuran yang memiliki luas 8 hektare ini tidaklah mahal, pengunjung hanya dibebankan biaya tiket masuk seharga Rp5000 per orang pada hari biasa dan Rp10 ribu pada hari libur. Dana yang terkumpul dari penjualan tiket tersebut digunakan untuk membayar kebersihan dan pemeliharaan sungai, dan sisanya untuk honor pengelola dan panitia lokasi wisata. “Lokasi wisata ini sebenarnya milik pribadi. Namun pemilik lokasi melibatkan warga untuk bersama mengelolanya,” katanya.
Dijelaskan, keunikan lokasi wisata ini adalah batu menyerupai wujud manusia yang diyakini sebagai patung seorang pertapa di tengah air terjun. Menurut mitos yang diyakini warga setempat, pertapa tersebut menjadi batu karena melanggar titah sang guru saat melakukan pertapaan. “Percaya nggak percaya masyarakat tetap tertarik melihatnya,” katanya.
Disebutkan, pada era 1988 hingga 1990-an di sungai itu masih sering muncul buaya. Namun kini buaya-buaya itu sudah punah. “Kalau sekarang biawak yang banyak di daerah ini. Pemilik areal berkeinginan menjadikan biawak-biawak liar ini menjadi bagian objek wisata,” katanya. (*)

Dikutip dari Harian Waspada

6 Tanggapan to “Pandayangan Potensi Wisata Labusel”

  1. Yusri Harahap said

    Hampir 20 tahun yang lalu, terakhir kali ke tempat ini.

  2. Lama sudah tidak ke sampuran… masih asri seperti dulukah?

  3. Salam kenal dan salam persaudaraan. Apa kabarnya labusel? Semoga wisatawan yang berkunjung ke Sampuran semakin bertambah setiap harinya. Sehingga dapat menambah pendapatan daerah. Kalau ada waktu senggang silahkan berkunjung ke: OBYEKTIF.COM trims atensinya.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

  4. Izaya said

    keadaan sungainya gak terawat.
    banyak sampah yang di pinggiran sungainya.
    biaya masuknya pun gak seperti yg disebutkan.
    kadang yg jaga buat harga 15 kadang 20.
    pernah juga buat harga 25 tapi setelah ditawar dia cuma mau 15 ribu.
    harapannya semoga tempatnya di kelola dengan baik.
    disediakan tempat sampah agar tak ada sampah yg dibuang ke sungai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: