KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Hmmm! Pertapakan Kantor Bupati Labusel Akhirnya Rampung Juga

Posted by Kotapinang pada September 28, 2011

Serah terima lahan kantor Bupati Labusel

Serah terima lahan kantor Bupati Labusel

Hmmm! Pertapakan Kantor Bupati Labusel Akhirnya Rampung Juga

Oleh: Deni Syafrizal Daulay

SETELAH tiga tahun tanpa kejelasan, akhirnya warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan sekitarnya mendapat kabar menggembirakan. Kini areal pertapakan untuk dibangunnya kantor Bupati Labusel sudah tersedia. Jumat (23/9) lalu secara resmi Pemkab Labusel menerima lahan tersebut dari pemiliknya H M Syukur Bangun MSc seluas ±10,054 hektare di Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Labusel.

Acara serah terima yang digelar di Aula Pemkab Labusel itu dihadiri oleh, Bupati Labusel H Wildan Aswan Tanjung beserta Wakilnya H Maslin Pulungan, Ketua DPRD Labusel Ferry Andika Dalimunthe SKom, Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak WS, Ketua Pengadilan Negeri Rantuaprapat, para Asisten, Staff Ahli dan SKPD, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, beserta sejumlah Pimpinan Organisasi se Kabupaten Labusel.
Ketua Panitia Pengadaan Lahan Pertapakan Lahan Perkantoran Pemkab Labusel, Rusman Syahanan menyebutkan, penetapan lahan kantor di Dusun Basilam Baru, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang berdasarkan kajian dari sisi aspek geografi maupun aspek perkembangan Kecamatan Kotapinang sebagai Ibukota Kabupaten. Di mana arah Selatan atau menuju Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) lebih memungkinkan pengembangannya dibandingkan dengan arah Utara atau menuju Kabupaten Labuhanbatu yang merupakan wilayah Hak Guna Usaha (HGU) sejumlah perkebunan.
“Berdasarkan hasil kajian Tim Penaksir, Tim Pengadaan Tanah telah melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan setempat dan telah mendapat respon dari pemilik lahan yakni H M Syukur Bangun yang bersedia melepaskan hak atas tanahnya seluas kurang lebih 100.054 meter persegi dengan ganti rugi sebagaimana yang kita laksanakan hari ini,” katanya.
Bupati Labusel, H Wildan Aswan Tanjung menyebutkan, menjelang usia Pemerintahan Kabupaten Daerah ini berusia 3 tahun, lahan pertapakan kantor telah diperoleh. Sebab, tahun ke 3 setelah pemekaran merupakan batas akhir tahun pembinaan dan 2 tahun berikutnya merupakan tahun
evaluasi terhadap Kabupaten Pemekaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat. ”Dengan demikian, kita telah dapat memulai pembangunan kedepan yang diawali dengan pembangunan kantor Bupati,” kata Wildan.
Wildan mengakui pembangunan Kantor Bupati selama ini masih mengalami hambatan-hambatan dikarenakan belum tersedianya lahan perkantoran. Sebagaimana rekomendasi lahan perkantoran di Desa Sisumut pada areal perkebunan PTPN3 Sisumut dengan luas 5 Ha sangat tidak layak karena
pembangunan akan terhambat oleh lahan perkebunan yang dikelola oleh perusahaan pemerintah maupun swasta. ”Dengan berbagai pertimbangan prospek pembangunan daerah, lebih memungkinkan pembangunan dilakukan ke arah selatan dibandingkan ke arah utara dikarenakanpenggunaan lahan di arah sekalan masih lebih didominasi oleh perkebunan milik rakyat. Sehingga, lebih mempermudah
dalam melakukan pengembangan dan penataan pembangunan kedepannya,” katanya.
Sementara itu menurut H Syukur selaku pemilik lahan, tanahnya seluas 10 Ha itu telah diganti rugi senilai Rp300 juta/ha atau Rp30 ribu/meter, sehingga total keseluruhan ganti rugi yakni Rp3 milyar. Nilai tersebut sesuai dengan hasil perkiraan tim yang bersandar pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan harga pasaran tanah di kawasan itu. Sebelumnya kata dia, lahan itu merupakan areal peladangan kelapa sawit miliknya yang masih produktif, namun demi kemajuan Labusel, dia merelakan lahan itu untuk dijual.
Meski proses pelepasan lahan tersebut telah tuntas, namun hingga saat ini masih terdapat pro-kontra terhadap pemilihan lokasi lahan tersebut. Sejumlah kalangan menilai, lahan yang dibeli Pemkab Labusel itu tidak tepat, sebab dalam kesepakatan dengan Dirjen Depdagri, semula lahan yang dipilih yakni di areal Perkebunan Sei Rumbia, tetapi karena pihak perkebunan tak bersedia melepas lahannya, maka pilihan dialihkan ke lokasi lain. Pada 2009 lalu, pihak PTPN3 Kebun Sisumut telah menyerahkan 5 Ha lahannya di Dusun Blok IX, Desa Sisumut, Kec. Kotapinang, namun karena alasan kawasan itu berada di sekitar HGU perkebunan maka pilihan dialihkan ke lahan di Desa Sosopan.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, rencananya gedung kantor Bupati Labusel pembangunannya direncanakan dilakukan pada 2012 mendatang. Jika merujuk pada rencana Pj Bupati Sabrina, rencananya Kantor Bupati Labusel yang akan dibangun menyerupai gedung Istana Kota Bahran yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mustafa Alamsyah tahun 1930-an yang kini hanya tinggal puing. (*)

8 Tanggapan to “Hmmm! Pertapakan Kantor Bupati Labusel Akhirnya Rampung Juga”

  1. Mudah-mudahan tender proyek pembangunan Kantor Bupati tidak dijadikan bahan praktek Korupsi Kolusi Nepotisme….. Hmmmmm biasa,.. Mafia Anggaran kan lagi marak

  2. hmm..
    lokasinya cukup strategis, karena tidak terlalu jauh dari kotapinang.🙂

  3. ijrsh said

    Info bagus bagi kita orang kotapinang-labusel yg ada diperantauan, semoga terus diberitakan dalam blog ini, ttg perkembangan selanjutnya perihal labusel. Horas.

  4. erwin said

    saya setuju dan mendukung penuh terlaksananya pebangunan ini, maju terus,
    asal jangan jadikan ajang ini untuk memperkaya diri… amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: