KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Pasar Inpres Kotapinang Terbakar Lagi

Posted by Kotapinang pada Agustus 12, 2011

Pasar Inpres Kotapinang Terbakar Lagi

Oleh: Deni Syafrizal Daulay

SUARA gaduh diiringi jeritan minta tolong memecah keheningan, di saat umat Islam dengan khusuk melaksanakan salat tarawih, Minggu (7/8) malam. Pasar Inpres Kotapinang terbakar lagi, sebanyak 132 kios dan dua unit rumah warga di Pasar Inpres serta 12 pintu rumah toko (ruko) di Jl Jendral Sudirman ludes dilalap sijago merah dalam bencana malam nahas itu.

Dalam sekejap ribuan pasang mata manusia tumpah memadati jalan-jalan di sekitar pasar itu. Hiruk pikuk suara jerit dan tangis ratusan pedagang membaur dalam rasa takut dan khawatir serta raungan klakson kendaraan bersahutan membentuk lagu kepiluan saat warga berupaya memadamkan api yang terus membesar.

Di mana pemadam kebakaran? Pertanyaan itu sempat terlontar karena beberapa waktu berselang super heroik penjinak api milik Pemkab Labusel itu tak juga datang, padahal beberapa saat lalu pedagang sudah memberitahukan musibah itu. Sayup-sayup suara parau sirine satu unit truk pemadam memecah kekhawatiran, sementara satu unit lainnya tidak dapat bekerja maksimal karena rusak. Kondisi kios yang sebagian besar berbahan kayu ditambah musim kemarau yang terjadi selama tiga bulan terakhir membuat api dengan cepat menjalar dan melalap kios-kios warga. “Mana mungkin memadamkan api sebesar ini dengan satu truk,” terdengar umpatan masyarakat meragukan upaya pemadaman itu.

Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB, api sudah meluas, kini yang terbakar bukan hanya kios di Pasar Inpres. Kobarannya mulai menyambar ke pertokoan yang berendeng berbatas gang-gang di Jl Jendral Sudirman. Dalam sekejap, Toko Ridho dan Bank BRI KCP Kotapinang rata dengan tanah.

Jerit dan tangis masyarakat semakin menyayat pilu malam jahanam itu. Namun pemadam kebakaran masih satu. Dari sudut lain seorang pegawai Pemkab Labusel mengaku sudah meminta bantuan Pemkab Labuhanbatu dan HTI PT PLP untuk menurunkan mobil pemadamnya. Namun karena jarak cukup jauh, sang heroik itu belum juga datang.

Bermodalkan ember dan perlatan alakadarnya, warga dan pedagang bahu-membahu menjinakkan api yang kemerahannya makin membumbung ke langit seolah ingin membakar bulan di peraduannya. Toh tak ada gunanya kalau mengandalkan satu unit truk pemadam Pemkab Labusel berkapasitas 10 ton itu. Tetapi api terlalu besar, debit air yang disiramkan bersama keringat tak mampu membatasi lidahnya yang menjilati dinding di sekitarnya. “Ayo cepat, siram, siram lagi,” teriakan warga membungkam keputus asaannya.

Di tengah upaya pemadaman, sejumlah pedagang terlihat masih berupaya menyelamatkan barang dagangan. Ada yang berhasil meski jumlahnya tak banyak, ada juga yang hanya hampa pasrah karena kiosnya sudah hangus terbakar.

Di satu sudut lokasi Mak Rio menjerit dan menangis sejadinya. Matanya kosong menerawang ke arah kiosnya yang kini sudah rata pondasi. Jilatan api menghanguskan seluruh barang dagangannya. “Habis semua, habis semua,” ratapnya.

Tak tahan dengan kepedihannya, wanita paruh baya itu berkali-kali pingsan lalu tersadar dan pingsan lagi. Wajar jika dia bersedih, pasalnya baru beberapa jam lalu kiosnya itu dipenuhi dengan pakaian untuk stok berjualan menjelang lebaran. Namun belum sempat terjual, barang-barang itu sudah diperabukan lautan api.

Waktu ternyata tak mau menunggu datangnya bantuan pemadam. Api pun terus bergerilya membakar kios dan pertokoan yang ada. Sayup-sayup terdengar lengkingan sirine dua unit truk pemadam Pemkab Labuhanbatu. Tak berselang lama dua unit tim Manggala Agni HTI pun tiba membawa secercah harapan bagi pedagang yang tokonya belum terbakar.

Semprotan air mengucur deras memukul si jago merah yang marah meronta. Kerumunan warga makin mbludak ingin menyaksikan peristiwa heroik itu. Di antara ribuan mata, terlihat Kapolres Labuhanbatu, Bupati Labusel serta sejumlah unsur Muspida lainnya.

Kebakaran itu baru dapat dipadamkan sekira pukul 2.00 WIB. Saat upaya pemadaman dilakukan, tiga orang pria yang mencoba melakukan penjarahan diamankan massa. Peristiwa itu juga membuat kemacetan terjadi hingga sepanjang sepuluh kilometer.

Pasca kebakaran, Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Pihak Polres Labuhanbatu masih melakukan inventarisir dan penyelidikan terkait sebab-sebab kebakaran itu. Total bangunan yang terbakar mencapai 147 unit meliputi 77 unit kios permanen ukuran 3×3, 60 unit los terbuka berukuran 2×2, 12 unit pertokoan, dan dua unit rumah penduduk. Untuk mengetahui motif kebakaran itu, Kepolisian sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk menurunkan tim laboratorium forensik guna kepentingan olah tempat kejadian perkara.

Meski belum ada keterangan resmi, pedagang menduga penyebab kebakaran terjadi karena kembang api, sedangkan sumber api diduga berasal dari bagian tengah Blok A Pasar Inpres (belakang Bank BRI Kotapinang) yang saat ini rata dengan tanah. Dugaan itu diperkuat dengan adanya garis polisi selain garis polisi yang mengelilingi kawasan itu.

Ada juga dugaan kebakaran terjadi dikarenakan faktor kesengajaan. Beberapa waktu lalu pedagang sudah mendapatkan informasi tentang rencana pembangunan di kawasan itu. Isu yang berkembang akhir-akhir ini, kawasan itu ingin dibangun pasar bertingkat.

Namun informasi itu ditepis Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan (Paskeb), Munir Tanjung. “Nggak ada itu. Dinas Pasar dan Kebersihan tak pernah mengeluarkan pemberitahuan dan rencana apapun,” katanya menegaskan.

Senin siang Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung bersama Sekda Rusman Syahnan, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Munir Tanjung, Kepala Disperindagkop dan UKM Ahmad Fuad dan pejabat lainnya meninjau lokasi kebakaran. Selain melakukan peninjaun, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang yang jadi korban dalam peristiwa itu.

Namun apapun yang jadi penyebab kebakaran tidaklah penting, yang utama bagaimana menyediakan lokasi untuk pedagang agar dapat berjualan lagi. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: