KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Sisa Pengeboran Caltex Di Labusel Jadi Sumber Air Panas

Posted by Kotapinang pada Juli 5, 2011

Sumur Luber Di Labusel

Sumur Luber Di Labusel

Sisa Pengeboran Caltex Di Labusel Jadi Sumber Air Panas

Oleh: Deni Syafrizal Daulay
SEBUAH benda menyerupai water hydrant (pompa air) yang diyakini sebagai sisa sumur pengeboran minyak perusahaan Caltex di Simpang Lengkok, Dusun Bom Sisumut, Desa Sisumut, Kotapinang, Labusel selama tujuh tahun terakhir terus mengeluarkan air panas. Layaknya mata air, setiap hari ratusan kubik air panas meluber hingga menggenangi areal perladangan warga di kawasan itu.

Karena penasaran, Rabu (29/6) lalu Saya menyempatkan diri mengunjungi tempat tersebut. Lokasi hydrant itu cukup sulit berada di areal perladangan kelapa sawit milik warga. Untungnya, Kepala Dusun Bom Sisumut, Jamil bersedia mengambil alih peran sebagai penunjuk jalan. Menuju kawasan tersebut dari Kotapinang dibutuhkan waktu lebih kurang 25 menit menggunakan sepeda motor melalui perkampungan Karang Sari. Sayang, saat Saya mengunjungi tempat itu, sempat terjadi insiden kecil, kaki kanan Jamil tercebur ke dalam air hingga mengalami luka bakar meski kondisinya tak begitu serius.
Tak jelas siapa pemilik hydrant tua tersebut. Namun warga sekitar meyakini besi yang menyembul sekitar 75 Cm dari permukaan tanah dan berdiamater 15 Cm yang terletak di perkebunan kelapa sawit itu merupakan sumur bekas pengeboran Caltex yang melakukan eksplorasi di kawasan tersebut pada sekitar 1982-an.
Jamil yang selama dua tahun ini dipercayakan menjadi Kepala Dusun mengatakan, warga desa menamakan tempat itu Sumur Luber. Hal itu mengingat hydrant tersebut mengeluarkan air yang meluber secara terus menerus selama tujuh tahun terakhir dan dikelilingi kubangan menyerupai sumur berdiamater tiga meter.
Diceritakan, pada sekira tahun 1982 Caltex melakukan eksplorasi di kawasan ini, karena diduga di tempat tersebut mengandung minyak. Namun setelah dilakukan pengeboran, ternyata kandungan minyaknya masih muda. Oleh pihak Caltex, sisa pengeboran dipasang hydrant dan di sekeliling hydrant tersebut juga ditutupi pagar besi dengan harapan warga tidak mengutak-atiknya.
Namun tujuh tahun silam, tangan-tangan jahil mulai merusak pagar hydrant untuk dijual sebagai besi tua. Karena besi pemagar sudah habis, pengerusakan pun berlanjut ke hydrant tersebut. Oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, kepala hydrant dipotong dan besi melintang menyerupai kran di bagian bawahnya pun diambil, sehingga dari dalam hydrant menyembul air.
Menurut Jamil, awalnya air yang keluar dari hydrant tidak begitu deras, pun temperaturnya tidak panas. Namun lama kelamaan air yang keluar dari mulut hydrant tersebut menjadi panas dan mengeluarkan uap asap yang berbau semacam belerang. Tidak hanya itu, air tersebut juga mengandung butiran berwarna putih kekuningan. “Sejak lima tahun terakhir airnya mulai memanas, dan ada baunya,” katanya.
Berdasarkan hasil pengukuran suhu yang dilakukan warga secara manual, temperatur air yang keluar dari hydrant saat ini mencapai 70-80 derajat selsius. Sejak kemunculannya, sebagian warga menggunakan air panas itu untuk mandi. Namun untuk memandikannya, warga terlebih dahulu mengalirkannya agar temperaturnya tidak terlalu panas. Sebagian lainnya menggunakan air tersebut untuk campuran pestisida. “Selama ini nggak ada keluhan dari warga yang memandikan air ini,” kata Jamil.
Dia mengatakan, kawasan itu sempat ingin dijadikan sebagai lokasi wisata oleh warga, dengan membangun kolam dan warung. Namun karena khawatir dengan kandungan air tersebut, Jamil menghalangi niat warga tersebut, menunggu sampai adanya hasil penelitian yang memastikan air itu aman.
Tokoh masyarakat setempat H Wan Faisal Nasution mengatakan, dia dan warga desa lainnya sudah pernah mempertanyakan masalah itu ke pihak Caltex yang kini menjadi Chevron Pacivic Indonesia, namun sampai kini pihak Caltex belum pernah mendatangi tempat itu. “Waktu itu pihak Chevron bilang air itu mengandung gas,” katanya.
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi air tidak meluber ke perkampungan, warga bergotong royong mengalirkan air ke Danau Rasau yang bersebelahan dengan lokasi air tersebut. “Takutnyakan meluber dan membahayakan,” katanya.
Di tempat terpisah Kepala Desa Sisumut, Idarsyah Harahap mengatakan, pada 27 Juni lalu Badan Lingkungan Hidup Pemkab Labusel sudah mengambil sampel air untuk diteliti kandungannya. Jika nantinya sampel air itu layak digunakan, maka kawasan itu akan dikembangkan sebagai lokasi wisata pemandian air panas. Untuk sementara lanjutnya, air itu diduga mengandung gas.
Menurut Idarsyah, saat ini cukup banyak warga yang berminat mengelola sumber air tersebut. Namun karena khawatir dengan risiko yang ditimbulkan, sejauh ini upaya itu belum dilaksanakan. “Kita takut nanti terjadi apa-apa, walau sejauh ini belum ada pengaruh buruk ditimbulkan,” katanya.
Idarsyah menyebutkan, selama ini memang ada kekhawatiran warga kalau tempat itu akan seperti lumpur Lapindo. Namun karena daerah itu dekat dengan sungai Barumun, pihaknya tidak khawatir. “Memang ada juga kekhawatiran warga, namun lahannya kan luas lagian dekat sungai jadi airnya bisa dialirkan,” katanya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Labusel, Ahmad Fuad mengatakan, pihaknya sudah mengukur temperatur dan mengambil sampelnya. Dari hasil itu diketahui suhu air mencapai 70 derajat selsius. Namun kandungan air belum diketahui karena masih diteliti melalui laboratorium di Medan. “Kita masih teliti, sampelnya sudah dikirim ke Medan,” katanya. (*)

Dikutip dari Harian Waspada edisi, Senin 4 Juli 2011

Satu Tanggapan to “Sisa Pengeboran Caltex Di Labusel Jadi Sumber Air Panas”

  1. […] Daulay BADAN Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) memastikan kandungan air panas yang meluber dari sebuah benda mirip water hydrant (pompa air) sisa sumur pengeboran minyak perusahaan Caltex di Simpang Lengkok, Dusun Bom Sisumut, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: