KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

‘Mangkocal’ Tradisi Berburu Ikan Khas Di Labusel

Posted by Kotapinang pada Mei 12, 2011

Ilustrasi

Ilustrasi

‘Mangkocal’ Tradisi Berburu Ikan Khas Di Labusel

OLEH: DENI SYAFRIZAL DAULAY
‘MANGKOCAL’! Nama itu tentu terdengar cukup aneh di telinga Anda yang belum pernah bertandang ke Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Namun siapa sangka di balik nama aneh itu ternyata tersimpan cerita yang sangat menyenangkan terkait cirikhas masyarakat Labusel dalam berburu ikan.
Mangkocal merupakan kegiatan menangkap ikan di sungai, rawa atau kolam yang dilakukan masyarakat Labusel di musim kemarau. Pada saat itu debit air sungai akan jauh berkurang, sehingga sungai jadi dangkal, nah saat itulah kesempatan untuk mendapatkan ikan lebih mudah.
Tradisi ini terbilang unik. Sebelum memulai perburuan, sekelompok masyarakat beramai-ramai masuk ke dalam kolam untuk menguras air sehingga debit air semakin sedikit dan hanya menyisakan lumpur. Selanjutnya warga mengucek-ucek air hingga keruh karena tercampur lumpur sungai atau kolam. Setelah itu air yang sudah keruh dibiarkan.
Karena air yang keruh, ikan yang semula bersembunyi akan keluar dan muncul kepermukaan untuk mendapatkan udara segar. Jika ikan berukuran besar mulai muncul, pertanda ikan sudah mulai mabuk, perburuan pun dilakukan. Sambil berebutan, warga mengambil ikan yang masih sedikit liar lalu mengumpulkannya di penampungan. Tentu saja ikan yang diambil hanya yang berukuran besar, sedangkan yang masih kecil dibiarkan agar populasinya tak terganggu.
Spesies ikan yang hidup di wilayah perairan Labusel terbilang kaya, beragam jenis ikan hidup dan berkembang biak seperti Baung, Lambabiding, Gabus, Lele, Gurami, Kulareh, Sipuntung, dan banyak lagi. Inilah yang membuat kegiatan mangkocal terasa semakin istimewa.
Tak terasa ikan di sungai sudah habis. Penampungan sudah mulai penuh dengan ikan, perburuan pun dihentikan. Kini tibalah saatnya berbagi.
Untuk yang satu ini harus benar-benar adil agar tak terjadi keributan. Masing-masing ikan dipisahkan sesuai ukurannya, selanjutnya setiap orang mengambil ikan hingga masing-masing mendapatkan ikan merata dari setiap ukuran.
Tradisi mangkocal hingga kini masih kerap dilakukan warga, meski intensitasnya jauh berkurang. Hal ini disebabkan makin sedikitnya lahan rawa dan sungai kecil. Selain itu, sungai dan rawa kini ikannya sudah semakin langka, karena banyaknya warga yang meracun ikan, sehingga populasi ikan menurun. (*)

8 Tanggapan to “‘Mangkocal’ Tradisi Berburu Ikan Khas Di Labusel”

  1. salam mitra peduli kita senang dengan tulisan anda . boleh kita muat di media online untuk kita publikasikan .

  2. rudi said

    waktu mangkocal dulu, aku paling suka nangkap ikan sopat siam…selain ikannya relatif sulit ditangkap karena liar juga rasanya enak kalau di gulai masam………

  3. Hemat Hutabarat said

    Saya juga melakukan hal tesebut sewaktu kecil di Seirumbya.., Yg saya sayangkan saat ini banyak jenis ikan yg langka ditemukan di sungai akibat cara penangkapan dengan meracun ikan. Semoga pemerintah daerah tanggap dengan kondisi ini dan memberikan hukuman yg melakukan cara tersebut.

  4. hahahahaha,,,,,,makkocal atau mangkocal,,,,itu kebiasaanku dulu pada saat masih smp apalagi jelang puasa, biasanya musim kemarau,,,cari ikan gabus kalau sdh dapat ikan gabus langsung minta digorengkan sama mamak dirumah,,, trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: