KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Anyang Terubuk, Sushi Ala Labuhanbatu Selatan

Posted by Kotapinang pada Januari 27, 2011

Ikan Terubuk kian langka

Ikan Terubuk kian langka

Anyang Terubuk Sushi Ala Labusel

Oleh: Deni Syafrizal Daulay

ANDA tentu sudah pernah mendengar nama masakan Sushi. Menu ini adalah salah satu makanan khas di Jepang. Sushi dihidangkan berupa nasi yang dibentuk bersama lauk berupa ikan yang disajikan mentah. Masakan ini hingga kini masih eksis sebagai satu ikon kuliner Negara Matahari Terbit tersebut.

Ternyata bukan hanya Jepang yang mengenal tradisi tersebut. Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) tradisi mengkonsumsi ikan tanpa dimasak menggunakan sistim pemanasan (mentah) ternyata sudah dikenal sejak lama. Masakan itu dikenal dengan sebutan ‘Terubuk Anyang Mentah’.

Ikan Terubuk atau Tenualosa Macrura adalah ikan estaurin yang penyebarannya sangat terbatas. Di Indonesia, keberadaan Terubuk yang cukup besar terdapat di sungai Siak, sungai Ajamu, dan sungai Barumun. Karenanya Terubuk jadi salah satu spesies ikan istimewa yang hidup di sungai Barumun. Bentuknya pipih mirip dengan ikan mas. Hanya saja seluruh tubuhnya putih mengkristal. Ikan ini jadi istimewa karena tak berbau amis seperti ikan pada umumnya. Terubuk juga dikenal sebagai ikan yang bersih karena menurut kepercayaan masyarakat, ikan ini hanya memakan buih sungai, padi, dan keladi.

Sakin bersihnya, dahulu nelayan dapat langsung mengkonsumsi ikan ini tanpa perlu memasaknya terlebih dahulu, hanya cukup membuang kepalanya saja lalu dimakan. Yang membuat Terubuk tambah istimewa, karena Terubuk hanya dapat ditemukan pada musim tertentu yakni pada musim panen padi. Menangkapnya pun sulit, sebab Terubuk tak mau makan pancingan, sehingga untuk mendapatkannya cara yang digunakan nelayan di sungai Barumun yakni menggunakan jaring atau tampirai. Jadi jangan heran jika sedang musim ikan Terubuk dipasrkan seharga Rp150 ribu per kilogramnya.

Karena keistimewaan Terubuk, cara masyarakat memperlakukannya pun berbeda, termasuk dalam hal mengolahnya menjadi lauk (makanan). Yakni dengan cara dianyang mentah. Terubuk Anyang Mentah adalah makanan ikan terubuk yang diolah tanpa melalui proses dimasak terlebih dahulu seperti masakan ikan lain pada umumnya.

Untuk membuat Terubuk Anyang Mentah, ukuran ikan Terubuk yang digunakan adalah yang ukurannya cukup besar minimal 1,5 Kg. Masakan ini akan tambah istimewa jika Terubuk yang akan diolah sedang bertelur. Setelah dibersihkan, ikan lalu ditiriskan ke dalam mangkuk.

Sedangkan proses memasakanya tidak menggunakan api melainkan dengan racikan bumbu yakni dengan cara menyirami ikan dengan air perasan jeruk nipis, lalu dibalur dengan parutan buah kelapa yang masih kecil  (kelongkong) yang ukurannya sebesar kepalan tangan. Parutan buah kelapa inilah yang diyakini menyebabkan ikan menjadi masak.

Setelah itu, proses selanjutnya adalah memasukkan bumbu-bumbu tambahan untuk penyedap rasanya. Setelah bumbu komplit, Terubuk Anyang Mentah siap untuk disajikan. Dengan resep alami tersebut, rasa masakan ini begitu kuat dan khas. Begitu juga aromanya terasa begitu lembut sehingga membuat selera makan bertambah. Biasanya menu ini dinikmati dengan nasi putih.

Di masa lalu kuliner ini cukup populer dikenal masyarakat Labusel khususnya yang bermukim di sekitar kawasan sungai Barumun dan sekitarnya. Namun belakangan tradisi ini mulai lustur karena keberadaan Terubuk di sungai Barumun saat ini pun mulai langka. Kalaupun sedang musim, nelayan di sungai Barumun hanya bisa mendapatkan satu atau dua ekor saja. (*)

15 Tanggapan to “Anyang Terubuk, Sushi Ala Labuhanbatu Selatan”

  1. Arbian said

    Hmmmmmm

  2. math games said

    post not working in firefox

  3. surya dharma amir said

    apa ya rasanya anyang terubuk. kata kawan ku orang labuhan bilik sifu atan panai spesial/master pancing, nembak pemburu handal kalau dah dapat makan anyang terubuk mentah usah dikasi yg makanan lain lagi selera pasti hilang. kata om ijon botak itam puas dah mencari anyang terubuk tapi tk jumpe jumpe dgn logat asli selatpanjang.

    • Kotapinang said

      Hahahaha!!! Emang anyang terubuk makanan langka! Dan yg pandai membuat pun terbatas!!!

      • nanangqu said

        nenekku pandai mengolahnya,banyak lagi khas panai/labuhan bilik yg masing2 mempunyai rasa yg luar biasa di antara nya masak putih daging,pongat,sambal tuktuk, kue khas panai juga ada yaitu karas2 dan lempeng yg mana kue tradisional pada masa lampau

      • Kotapinang said

        @Na Ilah: Andai kamu dapat menuliskan lebih rinci masing-masing makanan tersebut, tentunya akan memperkaya blog ini. Setiap tulisan yang ditayangkan akan diberikan reward.🙂

  4. densu said

    bener nich saya juga pernah ngerasain ikan terubuk waktu tugas di labuhan bilik…….

  5. abdul kodir hasibuan said

    wahhhh baca situs ini jadi kepengen rasain tuh terubuk, tapi……dimana ya tempatnya..?

  6. AHMAD ZUBIR HARAHAP said

    KALAU BUTUH IKAN TERUBUK DAN TELORNYA SILAHKAN HUBUNGI SAYA
    AHMAD ZUBIR HARAHAP. HP NO. 085360437934
    JLN. BAMBU KUNING AEK NABARA,

  7. fendi said

    kapan kita buat liutannya,,,,,

  8. cucuputribahran said

    Sekedar informasi aja, aku kalau kangen masakan Kotapinang masakan mamak, aku sering ke Pasar Senen (Jak-Pus) atau Tanah Tinggi/ Tanah Merah di Tanggerang. Dan sulit didapatkan di rumah makan dikota2 lain di pulau Jawa.
    Disana tersedia Holat, Gulai Baung, Anyang pakis, Gulai Daun Ubi Tumbuk, dan Sambal Khas Ikan Teri Medan.

    Teringat waktu kuliah juga makanan diatas sering saya dapatkan di Acara Organisasi “RUMPUN MELAYU BERSATU – LASKAR MAHASISWA MELAYU RIAU (RMB-LMMR)” kebetulan Organisasi ini punya cabang di Bandung.
    Juga makanan diatas sering saya dapatkan di UKSU ( Unit Kebudayaan Sumatera Utara ) di Bandung.

    #BanggaJadiMasyarakatBatak-Melayu

    • Ibrahim Nasution said

      Dolu waktu masih kocik2 kami selalulah amak mambuat anyang tarubok enen diajamu, kinin sdh jauh di Jkt. kapingin lai awak ondak makan anyangen, Ibrahim Nst. (Anak Lurah Aman Nst Ajamu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: