KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Dundung si Ikan Langka Asal Labusel

Posted by Kotapinang pada Januari 24, 2011

Pedagang Dundung

Pedagang Dundung

Dundung si Ikan Langka Asal Labusel

Oleh: Deni Syafrizal Daulay

SATU lagi jenis ikan istimewa dan khas yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), yakni ikan Dundung. Konon katanya, ikan ini hanya hidup di aliran sungai Barumun, khususnya Kotapinang. Karenanya orang dari luar kurang mengenal keberadaan Dundung.

Ikan Dundung pun terbilang unik. Rupanya lebih mirip belut, bentuknya memanjang layaknya sidat (anak belut), namun ukurannya lebih kecil. Warnanya hitam kecokelatan dan ditubuhnya terdapat garis putih. Panjang tubuh Dundung dewasa hanya sekitar lima senti meter dengan diamater tubuh sekitar 0,2 cm.

Ikan ini menjadi sangat istimewa karena kemunculannya hanya pada saat air sungai Barumun banjir besar. Menurut kepecayaan masyarakat pesisir Barumun masa lampau, ikan Dundung merupakan hewan yang menempel pada ular naga. Konon katanya, saat air sungai Barumun banjir besar, ular naga akan melintas dari hulu menuju laut lepas. Ketika itulah Dundung tersebut jatuh dan berada di sungai Barumun. Karenanya, Dundung hanya muncul pada saat banjir benar-benar besar.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai Barumun meyakini, kemunculan Dundung memberi pertanda bahwa banjir telah mencapai puncaknya. Jika Dundung muncul, warga yang semula mengungsi berangsur memindahkan kembali barang-barangnya ke rumah mereka yang terendam banjir. Kebetulan, saat Dundung muncul, maka luapan air sungai Barumun akan berhenti atau bertahan.

Sampai saat ini belum ada kajian secara khusus tentang dari mana asal muasal Dundung. Sampai kini juga belum diketahui jenis dan bagaimana ikan ini bereproduksi. Sebab meski ukurannya sangat kecil, Dundung tersebut ternyata telah deawasa.  Masyarakat di Labuhanbatu Selatan khususnya Kotapinang meyakini ikan ini halal untuk dikonsumsi.

Jika Dundung telah muncul, maka warga pinggiran sungai Barumun yang umumnya nelayan mulai melakukan pencarian. Penangkapan Dundung dilakukan pada malam hari. Dundung biasanya berada di air deras, karena ikan ini hidupnya melawan arus. Alat yang digunakan pun masih sangat tradisional yakni dulang. Dalam semalam setiap nelayan mampu mendapatkan dua ember Dundung atau sekitar 100 mangkuk takar.

Pagi hari, Dundung tersebut dijual. Nelayan memanfaatkan jembatan sungai Barumun sebagai lapak menjual Dundung hasil tangkapannya. Dundung tergolong ikan yang kuat, dia mampu hidup hingga 12 jam dengan air yang sangat minim.

Musim Dundung merupakan berkah bagi masyarakat pinggiran Barumun yang diterpa banjir. Karena ikan tersebut jadi alternatif mata pencaharian bagi mereka. Dundung cukup laris diburu masyarakat untuk dikonsumsi karena rasanya yang enak dan gurih.

Dundung biasanya dijual seharga Rp5000 per satu takaran mangkuk pencuci tangan. Setiap orang biasanya membeli paling sedikit dua takar untuk diolah dan dijadikan makanan. Ada juga yang membeli dalam jumlah banyak untuk diolah sehingga lebih tahan lama, sebab tahun berikutnya belum tentu ikan aneh ini muncul lagi.

Cara mengolah Dundung menjadi makanan juga terbilang sederhana. Bagi yang suka makanan berminyak, Dundung dapat langsung digoreng atau dibalur dengan tepung dijadikan peyek. Rasanya sudah tentu sangat enak dan gurih. Apalagi ikan ini memiliki banyak kandungan lemak sehingga terasa khas di lidah. Ada juga masyarakat yang mengolahnya dengan cara dipepes dengan tambahan bumbu dari rempah-rempah.

Bagi warga asli Kotapinang, Dundung bukan barang aneh. Bahkan sejumlah warga Kotapinang yang berada di perantauan selalu rindu untuk mengkonsumsi ikan ini. Tak heran kalau sedang musim, banyak warga berebut untuk dapat membeli Dundung. Karenanya, ikan Dundung juga sering dijadikan ole-ole khas dari Kotapinang.

Hm…! Penasarankan bagaimana rupa dan rasa si ikan ajaib ini? Tunggu saja saat sungai Barumun banjir besar. Tapi jangan didoakan lo…! (*)

13 Tanggapan to “Dundung si Ikan Langka Asal Labusel”

  1. mahaja loebis said

    mantap…

  2. salam kenal sobat..
    semangat trus kota pinang….😀

  3. rudi said

    jadi teringat sama bang dundung, orang labuhan yang pandai main gitar dan mantap suaranya (kayak edy silitonga), tapi kabarnya sekarang jadi tukang kusuk di kampung raja, botulnya itu keh?

  4. sampai sekarang gk pernah muncul lagi tu ikan

  5. Jas Merah said

    tolong di buat referensinya om dari mana…
    biar jangan terkesan mengada2..

    • Kotapinang said

      @Jas Merah: Hahaha!!!! Terserah mau bilang mengada-ada! Yang aku tulis tentang Dundung merupakan kepercayaan tradisi masyarakat ku! Referensinya jelas apa yang diketahui masyarakat di daerah Kotapinang…

  6. ahmad wajdi siregar said

    semngat menuju kotapinang sejahtera.!!aminnnnnnnn

  7. cucuputribahran said

    mamak ku pernah bawa peyek ikan dundung ke Bandung, dulu bangat, saat itu aku bagi ke teman2,
    mereka tanya “ini ikan teri”
    “bukan, itu Dundung, bentuknya seperti cacing gede” jawabku.

    mereka (asal kalbar, manado, jawa, bahkan palembang) gak pernah lihat ikan Dundung.

    Dundung emang ikan aneh, mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: