KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Kotapinang Resmi Menjadi Ibukota Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Posted by Kotapinang pada Agustus 25, 2010

Kotapinang Resmi Menjadi Ibukota Kabupaten
Oleh: Deni Syafrizal Daulay
KECAMATAN Kotapinang dan empat kecamatan lainnya yakni Kecamatan Sungai Kanan, Kecamatan Torgamba, Kecamatan Kampung Rakyat, dan Kecamatan Silangkitang, sejak tahun 2000 mulai melakukan gerakan untuk memisahkan diri dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Pasalnya, wilayah Kabupaten Labuhanbatu saat itu dinilai terlalu luas sehingga pembangunan dirasakan tidak merata. Akibatnya Kotapinang dan kecamatan di sekitarnya seperti tertinggal dari pembangunan. Namun upaya pemekaran itu berjalan cukup alot, meskipun kala itu kran otonomi daerah telah dibuka seluas-luasnya.
Namun upaya yang dilakukan masyarakat yang kemudian mengatasnamakan diri masyarakat Labuhanbatu Selatan tidak sia-sia. Tahun 2005 DPRD Labuhanbatu menerbitkan Surat Keputusan (SK) No. 63 tahun 2005 tertanggal 31 Oktober tentang persetujuan DPRD Labuhanbatu atas pembentukan Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dalam SK tersebut juga diputuskan tentang penetapan ibukota Labuhanbatu Selatan yakni Kotapinang.
Dalam surat yang sama juga tertuang tentang kesanggupan Kabupaten Labuhanbatu (induk) untuk memberikan dukungan dana untuk kedua kabupaten yang akan dimekarkan tersebut selama lima tahun yang bersumber dari dari APBD Labuhanbatu seperti yang tertuang dalam poin ‘b’ SK tersebut.
Lampu hijau dari DPRD itu mendapat sambutan hangat dari Bupati Labuhanbatu. Hal itu menyusul dikeluarkannya SK Bupati Labuhanbatu No.135 /226/PEM/2005 tertanggal 10 Maret 2005 tentang penetapan ibukota Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.
SK itu kemudian disusul dengan Surat Bupati Labuhanbatu No.135/2698/PEM/2005 tertanggal 1 November 2005 yang isinya berupa permohonan persetujuan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu menjadi tiga. Surat itu kemudian disetujui DPRD Sumatera Utara sesuai dengan SK No. 1/K/2006 tertanggal 12 Januari 2006 tentang persetujuan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu.
Tak lama berselang kemudian Gubernur Sumatera Utara juga memberikan lampu hijau yakni dikeluarkannya Surat Gubernur No. 135/731 tertanggal 26 Januari 2006 berisikan usulan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu. Surat tersebut diperkuat dengan keluarnya SK Gubernur No. 903/035.K/2006 tertanggal 26 Januari 2006 tentang bantuan dana dalam APBD Prov Sumut bagi calon Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara di wilayah Sumatera Utara.
Tindak lanjut SK Gubernur tersebut, pada 27 Desember 2007, Bupati Labuhanbatu kembali mengeluarkan SK No. 903/452/PEM/2007 tentang dukungan dana dalam APBD Labuhanbatu Induk bagi calon Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Keputusan itu diperkuat dengan SK DPRD Labuhanbatu No. 08 tahun 2008 tertanggal 5 Mei 2008 tentang dukungan dana tersebut melalui APBD Kabupaten Labuhanbatu Induk.
Pada 24 Juni 2008, Gubernur Sumut mengeluarkan Surat No. 135/6191 tentang bantuan dana kepada calon Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Di tahun yang sama DPRRI mengeluarkan Undang-undang RI No.22 tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan ibukota Kotapinang secara resmi dilakukan pada 15 Januari 2009. Pada saat yang sama, Gubernur Sumatera Utara juga melantik Hj R Sabrina sebagai Pj Bupati Labuhanbatu Selatan di Depdagri Jakarta. Sabrina yang semula menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Promosi Provsu didaulat sebagai pemangku jabatan untuk persiapan Pemilukada Labuhanbatu Selatan pertama kalinya. (*)

3 Tanggapan to “Kotapinang Resmi Menjadi Ibukota Kabupaten Labuhanbatu Selatan”

  1. […] ini Gulai Asam Baung jadi makanan khas kebanggan masyarakat Labusel. Mendapatkan kuliner ini di Labusel tak begitu sulit. Hampir seluruh warung menyediakan Gulai Asam […]

  2. […] bukan hanya Jepang yang mengenal tradisi tersebut. Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) tradisi mengkonsumsi ikan tanpa dimasak menggunakan sistim pemanasan (mentah) ternyata […]

  3. benny andika nasution said

    kota pinang juga menghasilkan aneka hasil sungai melalui sungai barumun ..di samping rumah saya ..saya anak wak hirna ..jual ikan sale lagi..ikan yg masaknya dengan di asapi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: