KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Istana Kota Bahran Simbol Kejayaan Kotapinang

Posted by Kotapinang pada Agustus 18, 2010

Istana Kotapinang

Istana Kotapinang

Istana Kota Bahran Simbol Kejayaan Kotapinang
Oleh: Deni Syafrizal Daulay

SEBAGAI satu kesultanan yang pernah berjaya dan berkuasa di masa lalu, Keslutanan Kotapinang juga memiliki istanan megah, indah, dan elegan. Istanan tersebut bernama Istana Kota Bahran yang terakhir kali dijadikan Sultan Tengku Mustafa Kamal memerintah di daerah itu.
Menurut penuturan Hj Tengku Aznah, dalam perjalanannya, istana Kotapinang sempat berpindah beberapa kali. Semula istana itu berdiri di Bukit, namun saat itu sultan kurang nyaman dan meminta agar dibangun istana di daerah lain seperti di pinggiran sungai Barumun, di daerah Sijambu dan terakhir di Jalan Ahmad Yani. Di tempat itu pula Kesultanan Kotapinang berakhir.
Sama dengan istana Kesultanan Melayu pada umumnya, Istana Kota Bahran juga didominasi warna kuning keemasan yang memiliki arti tersendiri bagi etnis Melayu. Di depan istana tersebut dulunya berjajar pendopo-pendopo kecil hingga ke pintu gerbang istana.
Istana itu berdiri menghadap ke Selatan. Kewibawaan istana terlihat dari desain arsitekturnya yang megah. Isatan itu berbentuk lima kubah. Di kubah paling depan atau ruang utama terdiri dari dua lantai yang di dalamnya terdapat empat tangga. Pada bagian atapnya berbentuk segitiga sama kaki yang masing-masing dari kelimanya berdiri sendiri.
Model bangunan Istana Kota Bahran meniru desain arsitektur kerajaan Indonesia berpadu dengan gaya Islami. Jalan menuju istana terbuat dari beton hingga ke pintu gerbang yang berjarak sekitar 100 meter dari istana. Di sekeliling istana terdapat beberapa menara pemantau.
Istana Kota Bahran dihancurkan pada masa revolusi sosial tahun 1948. Menurut Tengku Aznah, istana itu dihancurkan menggunakan bahan peledak. Hingga kini kesan istana itu masih dapat dilihat meski beberapa bagiannya sudah hancur. Namun pondasi istana masih terlihat kokoh dan kuat sekuat kejayaan Kotapinang di masa lalu.
Saat saya menyambangi tempat itu beberapa waktu lalu, kondisi istana terlihat tak terurus. Dinding-dindingnya yang sudah keropos terlihat penuh coretan dan tulisan kata-kata kotor. Di bagian atasnya ditumbuhi alang-alang. Bahkan di bagian belakang istana terdapat hutan rimbun yang bagi warga di sekitar tempat itu menyeramkan.
Saat ini di sekitar istana berdiri sekolah, pemukiman penduduk dan perkantoran di antaranya kantor Kejaksaan, Kantor Urusan Agama, Kantor Kelurahan, dan Lapangan Volly. Sebagian besar lahan istana juga sudah diperjual belikan oleh sejumlah orang yang mengaku keturunan Kesultanan Kotapinang.
Hingga kini banyak masyarakat meyakini di dalam Istana Kota Bahran tersimpan harta pusaka kerajaan yang tertimbun reruntuhan. Terbukti, sejumlah pencari harta pusaka sampai kinipun masih sering melakukan ritual pencarian harta karun di tempat tersebut. Namun belum ada informasi yang menyatakan ada warga yang berhasil menemukan harta kesultanan itu.
Beberapa tahun silam atau tepatnya di era 1990-an, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu sebenarnya pernah menggelontorkan anggaran untuk pemugaran istana tersebut. Namun tak jelas apa alasan dan kendalanya pembangunan itu urung dilakukan. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: