KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Pasar Tradisional Kotapinang, Labuhanbatu Selatan

Posted by Kotapinang pada Juli 22, 2010

Pasar Tradisional Kotapinang

Pasar Tradisional Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Pasar Tradisional Kotapinang
Oleh: Deni Syafrizal Daulay

PASAR tradisional Kotapinang dibangun pada tahun 1980-an oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu (sekarang Labuhanbatu Induk). Pasar ini terletak di Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dulunya pasar ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar. Pasar Kotapinang dibangun menampung pedagang yang umumnya warga Kotapinang.
Pasar ini lebih dikenal dengan nama pajak Kotapinang, karena warga Kotapinang tak mengenal istilah pasar.. Pasar merupakan wadah bagi pedagang kakilima yang menjual berbagai barang bekas, seperti elektronik, pakaian, ponsel, sparepart kendaraan dan barang-barang lain. Pasar ini cukup lengkap karena di sini pengunjung bisa menemukan berbagai barang kebutuhan sehari-hari seperti gula, beras, tepung, ikan, sayur, perabotan, hingga emas.
Pasar ini dulunya selalu dipadati warga yang belanja dari daerah Sikampak, Aek Batu, Langgapayung, dan Sisumut. Sebab pasar Kotapinang merupakan satu-satunya pasar yang cukup lengkap menjual beragam kebutuhan masyarakat. Setiap hari pasar ini selalu macet saking banyaknya pengunjung yang datang. Perputaran uang perhari mencapai Rp2 miliar..
Sekitar tahun 1994, pasar Kotapinang terbakar. Jarak ibukota kabupaten yang cukup jauh membuat upaya pemadaman dan penyelamatan gagal dilakukan. Kebakaran yang terjadi malam hari itu menghanguskan ratusan kios pedagang. Karena peristiwanya terjadi tengah malam, tak satupun barang milik pedagang terselamatkan.
Banyak pedagang saat itu rugi bahkan ada yang gulung tikar. Sebagian besar pedagang menduga peristiwa itu sengaja dilakukan. Karena memang masa itu kondisi pasar dan loss milik pedagang sudah reot termakan usia. Namun hingga saat ini tak ada bukti dan dasar yang kuat untuk mengatakan pasar tradisional itu sengaja dibakar.
Sebulan berselang, Pemkab Labuhanbatu kemudian kembali membangun pasar tersebut. Sebelum lapak baru dibangun, pedagang terpaksa berjualan di jalan-jalan sekitar pasar tersebut. Proyek itu selesai setahun kemudian, namun luas arealnya bertambah besar, kini pasar tradisional itu langsung berbatasan dengan pusat pertokoan dengan luas hampir tiga hektar.
Loss yang dibangun pun lebih baik dari sebelumnya.. Jika selama ini kios milik pedagang hanya berdinding kayu kini seluruhnya terbuat dari beton dengan sistim drainase yang lebih baik sehingga di dalam pasar jarang terjadi banjir. Namun karena pedagang masih membuang sampah di dalam parit, kawasan sekitar pasar terlihat kumuh dan becek. (*)

4 Tanggapan to “Pasar Tradisional Kotapinang, Labuhanbatu Selatan”

  1. saya pikir informasi dari media ini benar

    terima kasih atas informasi nya

  2. pasar tradisional ini selayaknya sdh dapat dipindahkan ke tp lain arah ke bukit, sementara sebagai pasar modern pemerintah bisa membangun mall,, masa kalah sama bgn batu ya,,,,,

  3. sekolah dasar no 1 saja bisa jd ruko ,,,masa pasar nya ngak bisa jadi mall,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: