KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Jembatan Sungai Barumun di Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, Penghubung Sumut dengan Riau

Posted by Kotapinang pada Juli 17, 2010

Jembatan Sungai Barumun

Jembatan Sungai Barumun, Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Jembatan Sungai Barumun, Penghubung Sumut dengan Riau

Oleh : Deni Syafrizal Daulay

SEBELUM tahun 1985, untuk bepergian ke Pekanbaru melalui jalur Kotapinang, pengendara harus menyeberangi sungai barumun. Namun kala itu tak ada jembatan, satu-satunya sarana transportasi pembantu penyeberangan yakni menggunakan panton.

Panton merupakan sarana penyeberangan seperti peti besar yang terbuat dari besi. Peti tersebut cukup besar sehingga mampu membawa truk di atasnya. Untuk menjalankan panton, digunakan mesin penggerak.

Alat inilah yang selama bertahun-tahun digunakan untuk melakukan penyeberangan menuju Asam Jawa, Sikampak, dan Bagan Batu. Setiap pengendara melintas harus mengeluarkan uang seiklas hati. Selain menggunakan panton, perjalan menuju ke Pekan Baru dapat ditempuh melalui Langgapayung.

Barulah tahun 1984 jembatan tersebut dibangun. Karena saat itu rumah saya berada di Jalan Lintas Sumatera, saya masih ingat meski samar-samar banyaknya kendaraan yang antre hingga ke kota. Saat itu kota masih disebut dengan pajak baru.

Setelah pembangunan jembatan usai sekitar tahun 1985-an, jalur lalulintas pun mulai lancar. Sejalan dengan itu, sejumlah kota di sekitar Kotapinang juga dibangun seperti Aek Batu dan Sikampak. Jembatan ini pun jadi penentu berkembangnya perekonomian Kotapinang.

Selain jalur lalulintas, jembatan Kotapinang kala itu dijadikan objek wisata bagi warga. Pada musim lebaran, ratusan warga Kotapinang dan desa lainnya menikmati suasana di bawah jembatan sambil duduk di atas beronjong, dan sebagian lain memilih memancing.

Panjang jembatan sungai barumun sekitar 40-an meter dengan lebar 15 meter. Di sisi jembatan dibuat pembatas menggunakan pipa besi yang dicat berwarna kuning. Di bagian atas jembatan menggunakan atap besi menyilang. Di garis sambung tengah jembatan biasanya digunakan warga untuk memancing.

Pada perkembangannya, jembatan sungai Barumun semakin tak terawat. Sebagian fisik jembatan kini sudah berkarat, bahkan beberapa pagar pembatas sudah jebol ditabrak truk. Di bagian bawah, pondasi jembatan juga longsor hingga menyisakan sedikit pondasi jembatan.

Meski kondisinya semakin buruk, namun setiap sore masih banyak warga menjadikan jembatan ini sebagai tempat hang out. Melihat bus, truk, dan beragam kendaraan melintas jadi kenikmatan tersendiri bagi warga. Jembatan ini juga sangat ramai saat puasa Ramadhan khususnya pada saat sahur dan berbuka puasa. (*)

4 Tanggapan to “Jembatan Sungai Barumun di Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, Penghubung Sumut dengan Riau”

  1. nur santi said

    ha haha letak jembatan ini persis di samping rumah saya……….

  2. indra irawan said

    Saya sanagt terkesan dengan blog ini. Seumur hidup saya baru dua kali singgah di jembatan ini dalam perjalanan dari pekanbaru ke aek pamiengke tempat teman saya. Saya sangat terkesan sekali dan slalu akan merindukan suasana sekitar kotapinang dan jemabatan ini.karena suasananya memang berbeda dan terkesan indah sekali. Salam kenal ya. Dari Indra di Bangkinang,Riau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: