KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Danau Pagaran Padang (Danau Seberang) di Torgamba, Labuhanbatu Selatan

Posted by Kotapinang pada Juli 17, 2010

Danau Seberang

Danau Pagaran Padang (Danau Seberang) di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Danau Seberang (Siborang) di Kotapinang
Oleh: Deni Syafrizal Daulay

DANAU Pagaran Padang atau yang sering disebut Danau Seberang atau yang lebih akrab disebut Siborang merupakan satu di antara objek wisata alam andalan di Kotapinang pada zaman dulu. Wisata alam ini berupa danau air tawar berbentuk bulat yang mengalir sampai ke sungai Barumun di Kotapinang.
Danau Pagaran Padang terletak di antara Dusun Kampung Mangga dan Dusun Asam Jawa, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba. Mencari objek wisata ini tak begitu sulit, karena terletak di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Lokai wisata tersebut dapat ditempuh selama 15 menit dari Kotapinang menggunakan transportasi apa saja. Umumnya warga di Kotapinang mendatangi tempat ini menggunakan becak bermotor (Betor).
Nama Siborang tercetus karena memang lokasi danau ini berada di seberang sungai Barumun jika berjalan dai Kotapinang. Danau ini membentang seluas lebih kurang 4 hektar di hamparan perladangan warga. Di temgah-tengah danau terdapat daratan tak berpenghuni berbentuk lingkaran, diameter daratan itu lebih kurang 15 meter. Di atasnya tumbuh ilalang rimbun sehingga dari jauh terlihat jelas hijaunya pulau itu. Sedangkan di tepian danau banyak terdapat pepohonan rindang seperti durian, mangga, kuini dan pohon keras lainnya.
Di bagian danau yang menghadap ke Jalan Lintas Sumatera, terdapat sejumlah warung makanan dan minuman. Di sebelah timur danau pun terdapat sejumlah warung yang menyediakan tempat duduk bagi pengunjung yang datang. Menuju lokasi wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis..tis..!
Dulunya air danau ini begitu jernih. Barikade ikan Sipuntung dan ikan Mas terlihat jelas dari permukaan danau. Di tepian danau kerap terlihat anak-anak ikan berlompatan seolah jinak dan menyatu dengan pengunjung yang datang. Di antara air terdapat sejumlah rakit untuk warga di tempat itu mandi dan mencuci pakaian. Bahkan sakin bersihnya, sebagian warga dulunya mengkonsumsi air danau untuk memasak dan minum.
Oleh sejumlah warga, di tempat ini pada tahun 1990-an disediakan beragam permainan. Di sebelah Utara danau terdapat tempat sewa menyewa sepeda air. Menggunakan sepeda air yang dapat mnampung empat orang penumpang tersebut, pengunjung dapat mengitari danau. Untuk satu jam penggunaan sepeda, pengunjung dikutip bayaran Rp 3000 dan untuk jam berikutnya berlaku kelipatannya.
Saat mengayuh sepeda, pengunjung di tempat ini dapat menikmati suguhan pemandangan alam yang menakjubkan. Beragam pohon perdu membuat tempat itu terasa sejuk dan indah. Nelayan yang sedang mencari ikan jadi satu tontonan yang menyenangkan dari atas speda air.
Di bagian danau yang menghadap ke Jalan Lintas Sumatera, terdapat komedi putar. Komedi putar di tempat ini sangat sederhana, karena diputar menggunakan tenaga manusia bukan mesin. Untuk enam kali putaran, pengunjung dikenakan biaya Rp 3000 per orang. Dalam satu gerobak hanya diisi oleh dua orang saja.
Bagi penghobi renang, dapat langsung menceburkan diri ke dalam danau dari arah mana saja. Sebab kala itu seluruh bagian danau bersih dan jernih. Sebagian pengunjung lain ada yang menggelar tikar di bawah pepohonan rindang untuk makan-makan. Beberapa di antaranya hanya sekedar duduk-duduk di bangku yang telah tersedia di tempat itu.
Tempat ini paling ramai saat lebaran Idul Fitri. Karena mayoritas warga Kotapinang beragama Islam, sudah barang tentu suasananya jadi sangat ramai. Biasanya, oleh warga juga digelar kegiatan hiburan seperti organ tunggal. Tak jarang artis dangdut ibukota seperti Ona Sutra diundang untuk memeriahkan suasana lebaran di tempat itu. Kalau sudah begini, suasana danau bisa sangat padat.
Namun beberapa waktu belakangan kondisi danau ini kian memprihatinkan. Danau yang dulunya bersih dan airnya jernih kini terlihat kumuh. Saat saya menyambangi tempat itu beberapa waktu lalu, setengah permukaan danau sudah dipenuhi eceng gondok dan rumput liar. Airnya pun terlihat keruh dan berbau.
Di bagian danau yang menghadap ke Jalan Lintas Sumatera dipenuhi penjual tuak dan warung esek-esek. Bahkan tempat yang dulunya dijadikan tongkrongan warga pun kondisinya penuh rumput. Pohon perdu yang dulu berjejer di tepian danau kini berubah menjadi lahan sawit. Itu pula yang membuat warga tak lagi bersimpatik dan mengunjungi tempat tersebut.
Pada 1999 lalu, sempat terdengar rencana Bupati Labuhanbatu untuk membenahi lokasi itu menjadi objek wisata air. Namun sampai kini rencana itu tak pernah terealisasi. Bahkan hingga danau itu berada di wilayah pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pun tak memberi kontribusi apapun terhadap danau Siborang. Padahal, jika dikelola dengan baik, danau ini bahkan tak kalah dengan danau Toba. (*)

2 Tanggapan to “Danau Pagaran Padang (Danau Seberang) di Torgamba, Labuhanbatu Selatan”

  1. amrie said

    Koment yah..:
    Baru tau klo org kota pinang nyebut nama danau itu danau siborang, soalnya kmi mnyebutnya danau pagaran padang dulu waktu ada beberapa danau di skitaran asam jawa, tpi seiring danau lain mengering jdi daratan danau pagaran padang tinggal disebut danau saja…, dulu danaunya bagus, mancing disana dgn menggunakan sampan (perahu) sungguh mengasikkan… tpi skarang……. tak layak lgi disebut danau… krna sh lbh byk ditumbuhi tumbuhan drpada danau nya sndiri…….
    Mudah2n Pemkab labusel berkenan mengelola danau ini jadi t4 wisata yg indah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: