KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Bioskop di Kotapinang, Labuhanbatu Selatan yang Telah Punah

Posted by Kotapinang pada Juli 17, 2010

Lahan Eks Bioskop Kotapinang

Lahan Eks Bioskop Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Bioskop Kotapinang yang Punah
Oleh: Deni Syafrizal Daulay

BIOSKOP merupakan satu sara hiburan yang kerap dijadikan masyarakat Kotapinang untuk menikmati film-film terbaru. Selain pemutaran film di bioskop, setiap musim gajian biasanya digelar layar tancap di perkampungan masyarakat. Layar tancap biasanya diselenggarakan sambil menjual produk-produk kebutuhan masyarakat.
Bioskop di Kotapinang dulunya terletak di Jalan Prof H M Yamin. Bioskop itu bagi warga Kotapinang disebut panggung dan jadi satu-satunya Bioskop kala itu. Biokop tersebut berbentuk bangunan persegi empat berlantai dua. Di bagian depan bioskop terdapat satu pintu masuk. Di sebelah pintu masuk terdapat satu loket pembelian karcis.
Di halaman bioskop terdapat dua tiang besar tempat biasanya spanduk film-film yang akan diputar dipajangkan. Di depan pintu masuk juga terdapat satu papan pengumuman tertutup kaca. Biasanya di dalam papan pajangan itu juga ditempel film-film populer yang akan ditayangkan.
Seluruh fisik bangunan bioskop terbuat dari kayu. Lantainya dilapisi semen dengan kapasitas maksimal mencapai 200-an penonton. Di lantai satu terdapat deretan kursi terbuat dari kayu. Satu deretan kursi biasanya diduduki lima sampai enam orang. Di lantai dua terdapat ruangan VIP. Di anatara ruangan VIP tersebut terdapat ruangan studio roll pemutaran film.
Bioskop Kotapinang biasanya ramai saat malam minggu. Ratusan warga memadati tempat itu untuk mendapatkan tiket menonton. Dan jam tayang bioskop pun biasanya lebih lama yakni pukul 24.00 WIB. Kebanyakan film yang diputar adalah film India dan film Indonesia beberapa di antaranya film Hongkong dan Hollywood.
Sebelum pemutaran film di Bioskop, sekitar pukul 16.00 WIB biasanya pihak Bioskop mengumumkan film yang akan diputar mengelilingi Kotapinang. Harun begitu nama petugas penyiar itu. Menggunakan becak bermotor, Harun biasanya mengumandangkan judul film yang akan tayang sambil menyebar brosur film tersebut. “Halo, halo! Kunjungilah nanti malam pemutaran film….,” kata Harun sambil melemparkan brosur film ke jalan.
Sekitar tahun 1994, Bioskop tersebut sudah tak lagi beroperasi. Gedung yang bersebelahan dengan SMPN 1 Kotapinang itu tak mampu bertahan dengan masuknya Parabola. Warga Kotapinang tak berminat lagi nonton Bioskop karena sudah dapat menikmati film-film terbaru melalui siaran TV.
Saya dulunya juga sering nonton di Bioskop. Terakhir kali nonton di Bioskop itu bersama teman-teman yakni film berjudul Kereta Api terakhir yang pemutarannya digelar serentak dalam memperingati Hari Pahlawan. Saya ingat betul waktu itu harga tiket Rp 3000.
Kini gedung Bioskop tersebut sudah tidak ada lagi. Puing-puingnya hanya tinggal seonggok tanah yang kerap digunakan sebagai tempat latihan anak-anak beladiri Karate. Harun yang dulunya saban hari terlihat di gedung Bioskop kini beralih pekerjaan menjadi juru parkir. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: