KOTAPINANG

Lebih dari Sekadar Cerita Kotapinang

Baung dan Terubuk Yang Mulai Langka di Sungai Barumun Kotapinang, Labuhanbatu Selatan

Posted by Kotapinang pada Juli 14, 2010

Sungai Barumun

Sungai Barumun di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Baung dan Terubuk Yang Mulai Langka

Oleh: Deni Syafrizal Daulay

Berbicara mengenai Sungai Barumun dimasa lalu seakan tak ada habisnya. Banyak keunikan dan kenangan yang indah dimiliki sungai yang mengalir hingga ke Labuhan Bilik ini yang kini hampir sirna.

Sebagai sungai yang dikenal sebagai landmark-nya Kotapinang, satu keunggulan cenderamata asal daerah ini adalah ikan. Ada dua jenis ikan yang cukup digemari yang berasal dari sungai yang membentang dari Sihibuan hingga ke Labuhan Bilik itu, yakni Baung dan Terubuk.

Baung merupakan jenis ikan patin yang hidup di air tawar. Bentuk ikan inipun tak jauh berbeda dengan ikan patin. Memiliki sungut berbisa dan bermulut lebar. Sepintas ikan ini mirip hiu saat kecil. Ikan Baung paling besar yang pernah ditangkap di sungai ini yakni sepanjang 2 meter.

Ikan Baung kerap jadi oleh-oleh khas di daerah ini. Dulu hampir setiap hari nelayan di daerah ini dapat menangkap baung dalam jumlah yang banyak. Bahkan ukurannya pun cukup besar. Oleh warga Kotapinang, Ikan Baung biasanya dijadikan masakan gulai asam yang dikombinasikan dengan sambel terasi dan lalapannya pakkat. Selain digulai asam, Baung juga kerap dinikmati dengan cara dipanggang atau digoreng.

Kini baung di Barumun mulai menipis, setiap hari hanya beberapa nelayan yang dapat menangkap ikan ini. Itupun ukurannya tak terlalu besar. Meski begitu, masih banyak warga yang sering memancing untuk mendapatkan ikan ini. Harga baung saat ini Rp 65 ribu hingga Rp 95 ribu per kilonya.

Selain ikan baung, ada spesies ikan lain yang jadi cirikhas di sungai Barumun yakni ikan terubuk. Bentuknya mirip dengan ikan jurung atau ikan toba, hanya saja ukurannya lebih panjang dan sisiknya lebih kusam.

Menurut cerita warga di sana, ikan terubuk hidup dengan memakan busa. Karenanya ikan ini dianggap bersih. Dugaan itu boleh jadi benar, sebab, meski ukurannya besar, ikan terubuk tak mau memakan pancing. Nelayan di sungai Barumun biasa menangkap ikan ini dengan cara menjaring atau memasang bubu.

Munculnya pun musiman yakni saat musim panen padi. Karenanya harganyapun paling mahal dari ikan lainnya yang ada di sungai Barumun yakni Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilonya.

Cara masyarakat Kotapinang menikmati ikan inipun cukup unik yakni tanpa dimasak atau yang disebut dengan istilah anyang mentah. Bahkan sebagian nelayan ada yang langsung menikmatinya mentah-mentah. Karena memang ikan ini tidak berbau amis. Cara memasak anyang mentah ini yakni menggunakan jeruk nipis dan kelapa yang sangat muda.

Namun kini, ikan terubuk pun mulai langka di Kotapinang. Maklum, padi yang diyakini sebagai sumber datangnya ikan ini juga sudah menipis akibat konversi sawah menjadi lahan sawit secara besar-besaran yang dilakukan warga di sekitar bantaran sungai.

Selain ke dua jenis ikan tersebut, masih ada jenis ikan lainnya yang hidup di sungai Barumun yakni ikan lais, ikan lambabiding, ikan betut, dan ikan sibince. Selain itu ada ikan dundung bentuknya mirip cacing yang munculnya setiap terjadi banjir besar. (*)

5 Tanggapan to “Baung dan Terubuk Yang Mulai Langka di Sungai Barumun Kotapinang, Labuhanbatu Selatan”

  1. Johan said

    Weslah…!

  2. kotapinang said

    Thx bro

  3. […] Baung merupakan salah satu spesies ikan istimewa yang hidup di sepanjang aliran sungai Barumun. Sampai […]

  4. cucuputribahran said

    teman ku dari Kalbar pernah bawa baung oleh2 dari Sungai Kapuas, cara olahan dgn asap seperti pisang saleh. Enak bangat dan awet.

    kalau di barumun itu jenis baung berasal dari baung rawa, dari Sungai Siak, Sungai Kampar, atau sungai batanghari.

    disini jawa barat juga ada bang, namanya baung kunyit, warnanya kuning terang seperti kunyit. cara olah juga sama dgn di labusel “gulai” tapi berbeda rasa khas warung sunda, kalau di sunda rasa asam gulai tidak sekuat sumatera utara.

    kalau orang tegal bilang baung kuning, cara olah juga di gulai khas warteg.

  5. […] baung merupakan salah satu spesies ikan istimewa yang hidup di sepanjang aliran sungai Barumun. Sampai […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: